WORTHY BIN

Minggu, 03 Januari 2010




Prince Abdulaziz bin Saud bin Fahad Al-Saud (left) from Saudi Arabia Kingdom presents a Holly Koran to the rector of University of Indonesia Rusliwa Somantri (second right) while Nazaruddin Umar (second left), director general of Islamic society affairs at the Religious Affairs Ministry looks on during the opening of a mosque at the Salemba campus, Jakarta, on Tuesday. The development of the Attauhid Arief Rahman Hakim mosque was partly sponsored by the kingdom. JP/P.J. Leo
Selengkapnya...




Commission for Missing Persons and Victms of Violence (Kontras) members hold placards with pictures of missing activists at the Hotel Indonesia traffic circle in Jakarta on Tuesday. Kontras urged President Susilo Bambang Yuhdoyono to establish a human rights ad hoc court as a commitment to protect human rights. JP/Nurhayati
Selengkapnya...

Gus Dur remembered as the father of tolerance

Friends and foes, Muslims and non-Muslims, old and young as well as majority and minority groups across the country all agreed that Abdurrahman “Gus Dur” Wahid has left an invaluable legacy of moderation to the people of Indonesia, and to the whole world.

As soon as he passed away at Cipto Mangunkusumo hospital in Jakarta on Wednesday, many people from various walks of life, including officials in the regencies, agreed that the former president had, at times almost single-handedly, carried forward Indonesia’s image as a pluralist and democratic country in the eyes of the international community, despite a world marked by conflict and extremism.

“We just lost a great statesman who fought to keep the country pluralist, while fighting fundamentalism. He was a true democrat, respecting even his political foes,” noted lawyer Todung Mulya Lubis said.

Todung, who together with Gus Dur led the battle against the New Order authoritarian regime under president Soeharto, said the legacy of the former Nahdlatul Ulama (NU) chairman would never fade from the nation’s collective memory.

A respected young politician from President Susilo Bambang Yudhoyono’s Democratic Party, Anas Urbaningrum, said that Indonesia had lost one of its greatest leaders who would sadly be irreplaceable for a long time to come.

“Gus Dur was an excellent example of a beautiful and peaceful marriage between Islam, Indonesia and modernity. He will always be remembered as an open-minded leader, with a free way of thinking, capable of leading us through any obstacles,” he said.

While the NU is a conservative religious organization, Gus Dur has consistently maintained that faith is a personal matter, rejecting calls for Islam to have an institutionalized role in the state.

He said such calls could spell the end of Indonesia, already threatened by ethnic separatism, a minority of extremists and some inter-religious tension.

His position brought him criticism from some Islamic circles but earned him the respect of many non-Muslims, as well as Muslims, throughout Indonesia, including the vast democracy’s Christian and ethnic Chinese minorities.

Indonesian Chinese descendant and respected lawyer Frans Hendra Winarta agreed that it was Gus Dur who had stood in the front line to defend the rights of the country’s minority groups.

“He was the one who allowed the Chinese community here to celebrate Imlek (Chinese New Year).”

Human right activist and respected scholar, HS Dilon, also praised Gus Dur for defending minorities.

“He was a true pluralist and gave meaning to our nation’s foundation, Bhineka Tunggal Ika (unity in diversity). He was unflinching in supporting the rights of minorities,” he said.

Selengkapnya...

Rabu, 08 Oktober 2008

Bagaimana Sih Menulis Essai Yang Bagus Itu?

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai.

Struktur Sebuah Esai

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:

1. Paragraf pertama

Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.

2. Paragraf kedua sampai kelima

Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.

3. Paragraf kelima (terakhir)

Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca



Langkah-langkah membuat Esai

1. Tentukan topik

2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda

3. Tuliskan tesis anda dalam kalimat yang singkat dan jelas

4. Tuliskan tubuh tesis anda:

o Mulailah dengan poin-poin penting

o kemudian buatlah beberapa sub topik

o Kembangkan sub topik yang telah anda buat

5. Buatlah paragraf pertama (pendahuluan)

6. Tuliskan kesimpulan

7. Berikan sentuhan terakhir


Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.

Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

>kembali



Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.

Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas

Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya

Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:

Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik

Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca

Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut

Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama

>kembali



Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia

Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

>kembali



Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”

Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.

Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi

Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.

Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

>kembali



Menulis Paragraf Pertama

Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.

Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.

Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.

Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.

Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.

Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.

>kembali



Menuliskan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda.

>kembali



Memberikah Sentuhan Akhir

Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat.

Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya

Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.

Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?

Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya

Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda Selengkapnya...

Jumat, 06 Juni 2008

Kunjungi web site baru saya

silahkan kunjungi website terbaru saya, lebih variatif, coba deeehh Selengkapnya...

Kita mau ketemu mahkluk luar angkasa nih

Manusia Ketemu Makhluk Angkasa Luar Tahun 2020
Toledo, Kamis
Astronom Amerika Serikat yang terlibat dalam program pencarian asal-usul alam semesta dan segala isinya kini yakin manusia akan bertemu dengan makhluk beradab di luar Bumi (ET) paling lambat 25 tahun yang akan datang.
Dalam pertemuan pemburu planet sejagat hari Selasa 12 Maret di Toledo, Spanyol, Direktur Program Origins Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) Mike Kaplan mengatakan sudah pasti ada kehidupan berinteligensi di beberapa planet di luar gugus tata surya.
Kaplan meragukan pendapat awam bahwa manusia satu-satunya makhluk beradab di alam semesta ini. "Saya pikir kita hanya menunggu waktu saja untuk bisa kontak dengan mereka. Bila suatu hari kita bertemu, jangan kaget karena mereka sangat beda dengan kita," katanya.
Pertemuan itu diperkirakan paling lambat 25 tahun lagi, sekitar tahun 2020. Yang tahun ini berusia 75 tahun dan tampaknya masih segar bugar tentu saja sangat sedikit yang beruntung bisa jadi saksi dalam pertemuan itu.
Pemburu planet dari seluruh dunia berkumpul di kota bersejarah Spanyol itu untuk membahas pengembangan interferometri inframerah, teknologi yang akan membantu pencarian kehidupan dan makhluk beradab di luar tata surya.
"Pembahasan ini merupakan upaya pertama merealisasikan program yang sudah berumur 20 tahun, mencari jawaban terhadap pertanyaan ratusan tahun anak manusia mengenai kemungkinan ada makhluk beradab di luar Bumi," kata Kaplan.
Keseriusan astronom menyentuh isu "peka" ini makin menggeliat setelah astronom Swiss pada Oktober 1995 mendeteksi sebuah planet di luar tata surya. Dalam waktu yang singkat, ilmuwan AS kemudian menemukan dua planet lain.
Inferometer inframerah
Astronom yang ikut dalam pertemuan di Toledo itu memperlihatkan kegairahan akan segera dapat mengaktualkan teknologi inferometer inframerah dalam waktu dekat.
"Inilah saat pertama, pencarian ET bukan lagi mimpi, tinggal menunggu waktu menerapkan interferometer inframerah," kata Kaplan, yang program Origins-nya bertujuan mempelajari asal-usul alam semesta, pembentukan planet, dan eksistensi kehidupan di planet di luar tata surya.
"Kehidupan di planet lain, kalaupun tak identik, akan sangat serupa dengan kehidupan di Bumi," kata biologiwan Spanyol terkemuka Juan Oro dalam sebuah konferensi pers.
Teleskop tradisional dan teleskop angkasa Hubble belum dapat membantu usaha pencarian ET karena cahaya bintang-bintang menghalangi planet-planet yang mengorbit di dekat bintang-bintang itu. Sedangkan sinar inframerah pada interferometer inframerah, yang 40 kali lebih kuat dibandingkan Hubble, mampu "melihat" planet mana yang memenuhi syarat perlu -seperti adanya air dan oksigen- ditinggali makhluk hidup.
NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) secara terpisah telah mulai mengembangkan teknologi inframerah, tapi kedua badan itu berpendapat dibutuhkan kerja sama internasional untuk menjalankan proyek sebesar ini.
NASA menaksir anggaran membangun interferometer inframerah sekitar 200 juta dollar AS setahun, sekitar Rp 460 milyar, untuk jangka waktu 10 tahun. Orang-orang Eropa dan Amerika sependapat proyek ini memulai era baru peradaban manusia.
"Menemukan kehidupan beradab di luar Bumi akan mengubah segala-galanya: filsafat, agama... Dan ini akan membuat kita berendah hati... bahwa manusia bukan satu-satunya makhluk beradab dan tidak istimewa," kata Kaplan. Ia menilai program pencarian ET yang serius ini sebagai era eksplorasi baru, Galileo yang baru. (Rtr/sal) Selengkapnya...

Kamis, 05 Juni 2008

Tugas Terstruktur Listening Comprehension Kelas XI IPA

Assalamualikum wr.wbSalam Sukses, Anak-anak berikut ini tugas kalian: download:http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/learnenglish/business.htm.download materi sebanyak 5 materi yang meliputi MP3 dan pdf.Selamat mencoba dan say no to drug and save our environment clean.Wassalama Selengkapnya...